Rabu, Oktober 20, 2010

Sarkozy tetap ingin ubah aturan pensiun

Selasa, 19/10/2010 02:48 WIB
Sarkozy tetap ingin ubah aturan pensiun
BBCIndonesia.com - detikNews


Mogok Prancis

Presiden Sarkozy bersikeras memajukan usul reformasi pensiun

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy tetap akan menggulirkan paket reformasi pensiun meski mendapat penolakan lewat aksi mogok.

Sarkozy menyampaikan komitmennya ketika dampak aksi mogok makin terasa di Prancis.

Sejumlah kilang minyak tidak beroperasi selama satu minggu dan ratusan SPBU tidak mendapat pasokan bahan bakar.

Menurut Sarkozy reformasi ini sangat penting bagi Prancis dan ia bertekad untuk mengegolkan RUU ini.

Reformasi terhadap UU pensiun ini kemungkinan tidak akan diputuskan pada hari Rabu seperti dijadwalkan sebelumnya.

Besar kemungkinan pembahasan RUU ini juga akan mundur hingga akhir pekan.

Sebelumnya Pemerintah Prancis mengusulkan untuk memundurkan usia pensiun dari usia pensiun secara umum yang sebelumnya 60 tahun menjadi 62 tahun dan pensiun penuh dari negara yang sebelumnya 65 menjadi 67.

Usulan ini ditentang oleh sejumlah senator sayap kiri dan masyarakat. Mereka berupaya untuk menunda proses pengambilan keputusan.

Aksi mogok di lebih dari 200 kota telah disiapkan untuk menghadapi putusan ini.

MOGOK ENAM HARI

Hari Selasa (19/10) tepat enam hari pemogokan nasional di Prancis berlangsung dan mengakibatkan sejumlah kegiatan di berbagai sektor, seperti di pendidikan, tranportasi, dan perjalanan udara terganggu.

Hampir setengah dari perjalanan udara dari dan menuju Prancis terganggu akibat aksi ini dan mengakibatkan 30% perjalanan di bandara lain terganggu.

Meskipun kegiatan masyarakat di negara itu terganggu, jajak pendapat yang dilakukan pada hari Senin menunjukkan 71% warga mendukung aksi mogok yang telah berlangsung hampir sepekan.

Aksi mogok ini juga dibarengi dengan protes jalanan seperti yang dilakukan sejumlah pengemudi truk dan pelajar.

TIM KHUSUS

Demo di Prancis

Pemerintah Prancis membentuk tim untuk hadapi dampak mogok.

Presiden Prancis telah memerintahkan sejumlah menteri utama di kabinetnya membentuk tim khusus dengan tugas untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak.

Sarkozy meminta tiga departemen di kabinetnya untuk berkoordinasi dan memastikan pasokan minyak berjalan lancar.

Ketiga departemen itu adalah Departemen Dalam Negeri, Departemen Ekonomi, dan Departemen Energi dan Lingkungan.

Kepala asosiasi industri perusahaan minyak Prancis, Jean-Louis Schilansky mengatakan kelangkaan bahan bakar saat ini belum pada tahap krisis.

"Kalau supir tangki minyak mogok dan masyarakat memblokade jalan masuk ke kilang minyak, itu baru bisa dikatakan kita menghadapi masalah besar. Kita masih belum berada pada situasi tersebut," katanya.

Pemerintah mengatakan Prancis telah memiliki strategi penyiapan bahan bakar cadangan hingga tiga bulan.


(bbc/bbc)


http://www.detiknews.com/read/2010/10/19/024844/1468909/934/sarkozy-tetap-ingin-ubah-aturan-pensiun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar