Jumat, Oktober 09, 2009

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

[ Jum'at, 09 Oktober 2009 ]
Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Tembus USD 1.050 per Troy Ounce
Dua Tahun, Harga Naik Lipat Empat

NEW YORK - Harga emas terus mencetak rekor tertinggi dan mulai menembus batas psikologis USD 1.050 per troy ounce (1 troy ounce = 31,2 gram). Di pasar spot London, harga emas melonjak mencapai USD 1.058 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi dalam sejarah. Rekor harga emas tertinggi sepanjang sejarah juga terjadi di pasar spot bursa komoditas New York.

Saat perdagangan baru dimulai, harga emas langsung menembus plafon harga USD 1.057,50 per troy ounce. Namun, setelah enam jam transaksi atau pada pukul 21.00 WIB, harga itu berangsur turun menjadi USD 1.055,96 per troy ounce. Pergerakan harga itu sudah menembus rekor harga sebelumnya, USD 1.054,47 per troy ounce, yang terjadi pada Selasa (6/10).

Kenaikan harga emas di pasar spot mengangkat harga emas batangan dan emas perhiasan. Kemarin, harga emas batangan 1 kilogram di PT Logam Mulia naik menjadi Rp 330.000 per gram. Trader di anak perusahaan PT Aneka Tambang itu memperkirakan, harga emas batangan berpeluang naik ke level Rp 350.000 per gram. Harga emas perhiasan juga melompat. Berdasarkan pantauan di pusat perdagangan emas, harga perhiasan emas murni 24 karat naik menjadi Rp 315.000 per gram dari Rp 311.500 per gram.

Country Representative World Gold Council Leo Hadi Loe menyatakan, dalam dua tahun terakhir ini harga emas naik menjadi empat kali lipat. "Hal itu tidak terjadi di komoditas lainnya maupun saham,'' katanya saat dihubungi kemarin (8/10).

Menurut Leo, kenaikan logam mulia itu dipicu oleh kondisi dolar AS yang mengalami tekanan luar biasa akibat tekanan ekonomi di negara tersebut akibat krisis ekonomi. "Langkah untuk menyelamatkan perekonomian negaranya menyebabkan terjadinya defisit anggaran pemerintah, sehingga menekan nilai tukar greenback, sebutan US dolar," ujarnya.

Tak heran jika dana-dan para investor dan fund manager yang ditaruh dalam saham maupun obligasi dalam mata uang itu terus turun harganya. Untuk mencegah hilangnya investasi, para investor memburu emas maupun logam berharga lainnya seperti tembaga dan nikel. ''Mereka perlu placement baru,'' kata dia.

Selain itu, emas juga memiliki fungsi lindung nilai alias hedging teraman yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya. ''Secara tidak resmi, emas menjadi mata uang yang bisa dijadikan acuan. Oleh beberapa lembaga internasional hal itu memang tidak pernah diakui sebab bisa mengacaukan kurs mata uang di dunia,'' papar Leo. Sehingga saat terjadi ketidakpastian ekonomi, mata uang kembali ke sistem konvensional yakni emas.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Monex Investindo Futures Apelles Rizal T. Kawengian meramal, dalam jangka pendek, harga emas akan bergerak naik. Malah, tahun 2010 akan menjadi tahun booming bagi emas. "Harga emas tahun depan bisa mencapai USD 1.050-USD 1.100 per troy ounce," ramalnya.

President Valbury Asia Securities, perusahaan penyedia jasa investasi, Nico Omer Jonckheere menilai, investor masih menilai emas sebagai sarana berinvestasi paling aman (safe haven) ketimbang instrumen membiakkan duit lainnya. Melihat prospek cerah ini, Nico memperkirakan, harga emas bakal bisa menembus USD 1.350 per troy ounce tahun depan. (aan/Bloomberg/kim)

http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=94394

Tidak ada komentar:

Posting Komentar