Rabu, Oktober 28, 2009

Draf UNESCO Soal Pendidikan Seks Anak Bikin Gempar

Kamis, 22/10/2009 16:17 WIB

Draf UNESCO Soal Pendidikan Seks Anak Bikin Gempar

Irna Gustia - detikHealth


img
(Foto: merinews)
London, Organisasi PBB yang mengurus masalah pendidikan dan budaya atau UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) tengah menyusun draf pendidikan seks untuk anak sekolah. Namun draf itu dikecam banyak pihak karena mengajarkan soal tindakan seks, aborsi dan homoseksual.

Rencananya draf soal pendidikan seks untuk anak itu akan diberikan kepada pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di seluruh dunia pada akhir Oktober 2009.

Seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (22/10/2009), pedoman pendidikan seks anak itu mendapat kritikan keras karena membahas topik seperti masturbasi yang bisa didiskusikan dengan anak-anak usia 5 tahun.

Pedoman itu menyatakan guru bisa melakukan diskusi kepada anak usia 5 tahun bahwa 'anak perempuan dan laki-laki memiliki bagian-bagian pribadi yang dapat merasakan kenikmatan jika disentuh'. Sedangkan pada anak usia 12 tahun direkomendasikan untuk mengajarkan tentang 'hak dan akses untuk aborsi yang aman'.

Laporan ini dimaksudkan membantu negara-negara di dunia terutama negara berkembang untuk meningkatakan pendidikan seks dan masalah kesehatan seksual. Pejabat UNESCO menekankan untuk praktiknya akan diserahkan kepada pemerintah atau lembaga pendidikan apakah akan mengikuti pedoman-pedoman tersebut.

Kritikus beraliran konservatif MP Ann Widdecombe mengatakan isi draf seperti itu sangat tidak pantas dan merusak tanggungjawab orangtua. Menurutnya, masalah pendidikan seks adalah orangtua yang menentukan yang akan membuat keputusannya.

"Satu anak mungkin siap untuk belajar pendidikan seks ketika berusia 10 tahun, tapi masih banyak anak-anak lain yang usianya 13 tahun yang tidak siap. Sebaiknya ini harus disampaikan kepada orang tua jika akan memberikan pendidikan seks," kata Widdecomb.

"Ketika anak-anak yang berwajah lugu usia 5 tahun datang untuk belajar seperti itu, ini benar-benar mengerikan. Haruskah mereka diajak diskusi soal masturbasi," lanjutnya.

Tim ahli telah menghabiskan waktu 2 tahun untuk menyusun laporan ini yang diperkirakan menelan dana 200.000 poundsterling. Saat ini laporan tersebut masih terus dibahas tapi nampaknya tidak mungkin mengubah secara substansial sebelum laporan itu resmi diluncurkan.

Mark Richmond, koordinator global UNESCO untuk HIV dan AIDS mengatakan, dengan adanya laporan tersebut tidak serta merta pengajaran tentang masturbasi harus dilakukan di usia 5 tahun.

"Itu memang disebutkan, tetapi terserah kepada orangtua dan guru mengenai apa yang akan dilakukan. Pedoman ini hanya sebentuk nasihat," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar