Sabtu, April 09, 2011

Kembali Tembus Rekor, Emas Makin Kinclong

Sabtu, 09/04/2011 16:01 WIB
Kembali Tembus Rekor, Emas Makin Kinclong
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Reuters
Jakarta - Harga emas kembali tembus rekor baru seiring dengan melemahnya nilai dolar AS, dan kekhawatiran investor akan laju inflasi.

Pada perdagangan Jumat (9/4/2011), harga emas di pasar spot sempat melaju menyentuh level tertinggi di US$ 1.474,6 per ounce, dan akhirnya ditutup di US$ 1.471,74 atau naik 1%. Dalam sepekan, harga emas telah naik 2,5%. Sementara di pasar berjangka, harga emas untuk pengiriman Juni naik 1% ke US$ 1.474,1 per ounce.

Trader memperkirakan harga emas bisa menyentuh level US$ 1.500 per ounce. Harga komoditas logam telah naik lebih dari 10% sejak Januari, dipicu oleh ketidakpastian di Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Eksepktasi inflasi yang tinggi, investor mengalihkan mulia mengalihkan investasinya ke sektor komoditas," ujar Analis Hakan Kaya pengelola investasi senilai US$ 190 miliar, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/4/2011).

Selain emas, harga perak juga naik 2,4% ke level US$ 40,5 per ounce, setelah sempat menyentuh US$ 40,73 per ounce pada perdagangan Jumat.

Korelasi berkebalikan antara emas dan dolar AS terus menguat sepanjang pekan ini. Melemahnya dolar AS terhadap euro hingga ke titik terendahnya dalam setahun terakhir semakin memicu kenaikan harga emas.

Seperti diketahui, harga emas terus melonjak sejak awal tahun ini menyusul ancaman inflasi yang mendorong investor berbondong-bondong memburu logam berharga tersebut karena dinilai tempat investasi paling aman dari inflasi.


(dnl/dnl)


Wahyu Daniel - detikFinance


Foto: Reuters
Jakarta - Harga emas kembali tembus rekor baru seiring dengan melemahnya nilai dolar AS, dan kekhawatiran investor akan laju inflasi.

Pada perdagangan Jumat (9/4/2011), harga emas di pasar spot sempat melaju menyentuh level tertinggi di US$ 1.474,6 per ounce, dan akhirnya ditutup di US$ 1.471,74 atau naik 1%. Dalam sepekan, harga emas telah naik 2,5%. Sementara di pasar berjangka, harga emas untuk pengiriman Juni naik 1% ke US$ 1.474,1 per ounce.

Trader memperkirakan harga emas bisa menyentuh level US$ 1.500 per ounce. Harga komoditas logam telah naik lebih dari 10% sejak Januari, dipicu oleh ketidakpastian di Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Eksepktasi inflasi yang tinggi, investor mengalihkan mulia mengalihkan investasinya ke sektor komoditas," ujar Analis Hakan Kaya pengelola investasi senilai US$ 190 miliar, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/4/2011).

Selain emas, harga perak juga naik 2,4% ke level US$ 40,5 per ounce, setelah sempat menyentuh US$ 40,73 per ounce pada perdagangan Jumat.

Korelasi berkebalikan antara emas dan dolar AS terus menguat sepanjang pekan ini. Melemahnya dolar AS terhadap euro hingga ke titik terendahnya dalam setahun terakhir semakin memicu kenaikan harga emas.

Seperti diketahui, harga emas terus melonjak sejak awal tahun ini menyusul ancaman inflasi yang mendorong investor berbondong-bondong memburu logam berharga tersebut karena dinilai tempat investasi paling aman dari inflasi.


(dnl/dnl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar