Tampilkan postingan dengan label Saham Bank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham Bank. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 11, 2011

IHSG Melemah 42 Poin Akibat Profit TakingSaham Bank

Kamis, 11/08/2011 12:10 WIB
IHSG Melemah 42 Poin Akibat Profit TakingSaham Bank
Angga Aliya - detikFinance

Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah poin akibat aksi ambil untung di saham-saham bank bluechip. Sentimen krisis utang Eropa membuat kembali membuat investor khawatir.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 42,634 poin (1,10%) ke level 3.820,942 terseret arus negatif bursa global dan regional. Rumor pemangkasan peringkat bank-bank Perancis membuat kekhawatiran investor meninggi.

Pergerakan indeks cukup fluktuatif hari ini, di awal perdagangan sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.803,252. Tak lama kemudian indeks langsung berusaha balik ke zona hijau namun gagal.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (11/8/2011), IHSG melemah 31,747 poin (0,83%) ke level 3.831,829. Sementara Indeks LQ 45 turun 5,624 poin (0,83%) ke level 679,623.

Saham-saham bank bluechip menjadi bulan-bulanan investor, indeks sektor finansial pun terpuruk hingga hampir dua persen. Hampir seluruh indeks sektoral di pasar modal terkena koreksi.

Indeks sektor infrastruktur dan perdagangan menjadi sektor yang bisa menguat dengan poin yang cukup signifikan. Sayangnya, dua sektor saja tak cukup membawa IHSG keluar dari teritori negatif.

Investor asing kembali melepas saham, nilainya hingga siang ini sudah cukup besar. Beberapa investor lokal ada yang melakukan aksi beli selektif.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.330 kali pada volume 3.153 miliar lembar saham senilai Rp 3,054 triliun. Sebanyak 57 saham naik, sisanya 175 saham turun, dan 61 saham stagnan.

Bursa saham China sudah mampu balik arah ke zona hijau dengan penguatan tipis. Bursa-bursa regional lainnya masih melemah terkena sentimen negatif krisis utang Eropa yang berpotensi menyebar.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia siang hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,94 poin (0,43%) ke level 2.560,12.
  • Indeks Hang Seng ambruk 286,97 poin (1,45%) ke level 19.496,70.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 101,41 poin (1,12%) ke level 8.937,33.
  • Indeks Straits Times terpangkas 45,03 poin (1,60%) ke level 2.776,06.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 430 ke Rp 2.300, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 350 ke Rp 2.350, Telkom (TLKM) naik Rp 250 ke Rp 7.350, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.550 ke Rp 6.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 ke Rp 67.050, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 14.600, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 31.000.


(ang/qom)

Minggu, Januari 09, 2011

Saham Bank Ditinggal Investor, Wall Street Terkoreksi

Sabtu, 08/01/2011 10:19 WIB
Saham Bank Ditinggal Investor, Wall Street Terkoreksi
Angga Aliya - detikFinance



(Ilustrasi Foto: Reuters)
Jakarta - Bursa saham Wall Street terkoreksi menyusul putusan bersalah oleh pengadilan dalam kasus perbankan sehingga membuat investor melepas saham-saham bank. Belum lagi ditambah pengumuman data pengangguran.

Meski ada koreksi, Indeks S&P 500 dan Dow Jones berhasil mencetak rekor enam pekan penguatan berturut-turut. Pasar masih bisa bertahan di tengah fakta banyak saham yang dilepas investor.

Wells Fargo & Co dan US Bancorp kalah dalam putusan pengadilan Massachusetts, yang mengatakan bahwa dua bank itu gagal mengendalikan kredit perumahannya.

Putusan pengadilan itu merupakan yang pertama kali dilakukan dengan penyitaan tanpa dokumentasi lengkap, dan kegagalan kredit perumahan yang sedang berlangsung itu bisa berdampak buruk bagi bank. Berita itu memaksa indeks bergerak turun, tetapi beberapa pihak mengatakan reaksi pasar terlalu berlebihan.

"Sektor finansial selalu menjadi pemimpin penguatan pasar di pekan-pekan terakhir ini. Berita ini bisa menghentikan laju sektor itu (finansial)," kata Senior Analis Indeks Ekuitas MF Global, Nick Kalivas, di Chicago seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/1/2011).

Saham Wells Fargo anjlok 2% ke US$ 31,50 dan US Bancorp melemah 0,8% ke posisi US$ 25,09. Indeks Bank di KBW kehilangan 0,9%.

Sektor finansial di Indeks S&P sudah menguat lebih dari 10% di bulan Desember lalu, saat investor mencari investasi menarik akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (7/1/2011) waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 22,55 poin (0,19%) ke level 11.674,76. Indeks Standard & Poor's 500 turun tipis 2,35 poin (0,18%) ke level 1.271,50, sementara Indeks Komposit Nasdaq terkoreksi 6,72 poin (0,25%) ke level 2.703,17.

Dalam sepekan, Indeks S&P 500 merekah 1,1%, Dow Jones menguat 0,8% dan Nasdaq mendaki 1,9%.


(ang/ang)

Jumat, Oktober 15, 2010

Saham Bank Rontok di Wall Street

Jumat, 15/10/2010 07:16 WIB
Saham Bank Rontok di Wall Street
Nurul Qomariyah - detikFinance



Foto: Reuters
New York- Rontoknya saham-saham perbankan menyeret bursa Wall Street ke teritori negatif. Saham perbankan rontok menyusul rencana 50 negara bagian di AS untuk melakukan investigasi sektor perumahan AS.

Investor khawatir investigasi itu akan menggerus pendapatan perbankan sehingga mengikis harapan akan hadirnya stimulus perekonomian.

Pada perdagangan Kamis (14/10/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 1,51 poin (0,01%) ke level 11.094,57. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,29 poin (0,36%) ke level 1.173,81 dan Nasdaq melemah 5,85 poin (0,24%) ke level 2.435,38.

Saham-saham perbankan mengalami kemerosotan yang cukup besar, JPMorgan Chase & Co turun 2,8%, Bank of America merosot 5,2% dan indeks bank KBW anjlok 2,6%.

Indeks S&P 500 telah menguat hingga 11,9% sejak 1 September dan volume perdagangan juga sudah mulai besar. Namun rally saham itu akhirnya terhadang oleh anjloknya saham-saham perbankan hingga hampir 3% karena kekhawatiran masalah penyitaan rumah dapat meluas ke sektor kredit dan perekonomian.

"Sebaik yang kita ketahui, pasar benci ketidakpastian dan ini adalah salah satu yang terbesar. Masih ingat kekacauan sektor subprime?" ujar Joe Saluzzi, analis dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/10/2010).

Sementara sektor teknologi terus menunjukkan kekuatannya, setelah Google mengumumkan labanya yang melebihi ekspektasi. Raksasa mesin pencari itu sahamnya langsung melesat hingga 9% pada perpanjangan perdagangan.

Volume perdagangan cukup besar, mencapai 9,04 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun ini yang mencapai 8,78 miliar lembar saham.
(qom/qom)