Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 15, 2011

Telkomsel: 2011, Internet Broadband Melonjak

Telkomsel: 2011, Internet Broadband Melonjak
"Kami meningkatkan daya pada jaringan. Apalagi kita semakin dekat dengan teknologi 4G."
SELASA, 4 JANUARI 2011, 13:41 WIB
Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Memasuki tahun 2011, PT Telkomsel berencana fokus pada pengembangan jaringan Internet broadband. Langkah ini ditempuh karena diproyeksikan permintaan pasar terhadap layanan Internet mobile atau via modem akan melonjak.

"Kalau di kawasan kota-kota besar di Indonesia, seperti Metro (Jakarta), penetrasi Internet broadband memang bisa dikatakan tinggi. Tetapi, kami tetap akan meningkatkan daya pada jaringan. Apalagi kita semakin dekat dengan teknologi 4G," kata GM Sales & Customer Service Metro Jakarta Daniel Azhari dalam keterangannya, Selasa 4 Januari 2011.

Kalau di tahun 2010, Daniel mengatakan, perusahaan fokus pada peningkatan kapasitas, baik suara, teks, maupun data. Namun, proyeksi perusahaan mengatakan kebutuhan terhadap layanan data menunjukkan angka yang signikan.

Untuk menyambut tingginya kebutuhan data tersebut, anak perusahaan Telkom ini mengaku akan meningkatkan infrastruktur yang mendukung Internet broadband. Di area II, Telkomsel dilaporkan memiliki 2.023 unit BTS node B (3G) dan 5.737 unit BTS 2G.

Selain Internet broadband, Telkomsel area II (Jabodetabek dan Jawa Barat), tetap fokus pada ekspansi jangkauan dan distribusi di daerah-daerah pelosok. "Penetrasi selular di Metro boleh dikatakan tinggi, tetapi di Area II secara keseluruhan sebetulnya masih banyak pasar yang belum digarap," tutur Daniel.

Sampai akhir tahun lalu, dia memaparkan, pelanggan Telkomsel Area II diperkirakan sekitar 23,5 juta pelanggan, dan 14 juta pelanggan di antaranya berada di Jakarta. Pertumbuhan pelanggan dibandingkan tahun lalu sekitar dua juta. "Di tahun 2011, kami mengharapkan akuisisi 5,5-6 juta pelanggan baru," jelasnya.

• VIVAnews

Minggu, November 07, 2010

Indovision Ancam Seret Telkomsel ke KPPU

Jumat, 29/10/2010 18:32 WIB

Indovision Ancam Seret Telkomsel ke KPPU
Ardhi Suryadhi - detikinet



Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Niat operator telekomunikasi untuk menggusur posisi lembaga penyiaran yang telah terlebih dahulu menggunakan frekuensi 2,5 Ghz kembali mencuat. Tak pelak, suara penggusuran yang kian lantang itu langsung ditentang.

Pihak yang langsung naik pitam adalah Indovision, pelopor televisi berbayar di Indonesia yang tayang di frekuensi 2,5 Ghz. Mereka merasa terancam dengan wacana ini, lantaran merasa telah bertahun-tahun mengudara dan menanamkan investasi untuk infrastruktur di frekuensi itu dengan nilai yang cukup besar.

Para operator seluler yang menghembuskan isu pengembangan LTE (Long Term Evolution) kini dianggap mulai terang-terangan menyatakan niat untuk melakukan penggusuran pemanfaatan frekuensi tersebut.

"Kami telah mendengar niat Telkomsel yang hendak masuk ke frekuensi 2,5 Ghz tersebut dari sejumlah media," ujar Head of Corporate Secretary Indovision, Arya Mahendra Sinulingga kepada detikINET, Jumat (29/10/2010).

Indovision yang kini menggenggam 70 persen market share televisi berlangganan pun menilai cara-cara yang digunakan operator seluler yang merupakan BUMN tersebut dalam memaksakan niatnya untuk masuk ke frekuensi 2,5 GHz merupakan sesuatu yang sangat disayangkan.

"Apalagi Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom, memiliki bisnis pay TV yakni TelkomVision. Sangat disayangkan bila usaha tersebut hanya merupakan cara untuk menyaingi posisi Indovision yang saat ini merupakan TV berbayar terbesar di Indonesia," tutur Arya.

Indovision sendiri telah lebih dari 10 tahun menggunakan frekuesi 2,5 GHz dan menayangkan berbagai konten melalui satelit Protostar II yang berada di frekuensi 2,5-2,6 GHz.

"Sebagai anak usaha BUMN, harusnya Telkomsel bersaing secara sehat, bukan gusur-menggusur. Kami bisa mengadukan hal ini ke KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha)," tegasnya.

Untuk itu, Indovision pun mendesak pemerintah untuk bersikap tegas dan tidak tunduk pada kepentingan vendor semata. Sebab dinilai, sudah bukan rahasia lagi bahwangototnya berbagai operator untuk merampas frekuensi 2,5 GHz erat kaitannya dengan kepentingan vendor untuk memasarkan produknya.

"Jika hanya dengan alasan untuk pengembangan LTE maka seharusnya tak perlu memaksakan diri di frekuensi yang sudah terisi oleh pengguna lain, mengingat LTE sendiri bersifat fleksibel dan bisa dikembangkan di frekuensi lain," lanjut pihak Indovision.

Indovision mengaku sangat perlu untuk mengambil sikap tegas, mengingat sebagai pay TV terbesar di Indonesia, anak usaha PT MNC Sky Vision ini memiliki public service obligation (PSO) terhadap lebih dari 750.000 pelanggan di Indonesia.

"Semua pihak harusnya bersikap fair. Apalagi Indovision merupakan bisnis yang murni milik putra bangsa, sedangkan Telkomsel, kita semua tahu milik siapa," sindir Arya.

Sebelumnya, Telkomsel mengaku bisa saja menggelar akses jaringan 4G dengan teknologi LTE sekarang ini. Namun sayangnya, frekuensi yang pas untuk LTE masih diduduki Indovision.

"Kita bisa saja gelar LTE sekarang, mitra vendor kita sudah siap. Namun sayang, frekuensi yang bagus untuk LTE masih dimiliki Indovision. Kita tunggu di-auction saja. Mungkin paling cepat baru 2012," ujar Arief Pradetya, Manager Data & Broadband Business Management Telkomsel, beberapa waktu lalu.

Menurut Arief, LTE bisa beroperasi di rentang frekuensi mulai dari 2,3 GHz sampai 2,6 GHz. Namun, frekuensi yang diincar Telkomsel ada di pita 2,5 GHz, dan frekuensi itu masih dikuasai oleh Indovision.

( ash / rns )

Indovision Tak Jadi Perkarakan Telkomsel

Minggu, 31/10/2010 20:14 WIB

Indovision Tak Jadi Perkarakan Telkomsel
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta - Indovision dan Telkomsel mengeluarkan pernyataan sikap bersama untuk mengklarifikasi kisruh tentang alokasi frekuensi 2,5 GHz yang sebelumnya sempat diancam akan dilaporkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Dalam pernyataan sikap yang ditulis atas nama Arya Mahendra Sinulingga, Head of Corporate Secretary PT MNC Sky Vision dan Aulia Ersyah Marinto selaku Deputy Vice President Corporate Secretary Telkomsel, keduanya menyatakan saling menghargai kepentingan masing-masing.

"Telkomsel akan menyerahkan kebijakan tentang alokasi frekuensi teknologi LTE sepenuhnya di tangan pemerintah. Sehingga sama sekali tidak ada niat untuk menggunakan frekuensi yang saat ini dimanfaatkan oleh Indovision," demikian tulis pernyataan bersama yang diterima detikINET, Minggu (31/10/2010).

"Apalagi Indovision yang baru tahun lalu meluncurkan satelit terbarunya, yakni Indostar II, saat ini sedang mengembangkan teknologi terbaru baik MPEG4 dan HD di bidang penyiaran. Selain itu Indostar II merupakan satu-satunya satelit yang dimiliki oleh pengelola satelit Indonesia yang dimanfaatkan untuk penyiaran. Dan seperti diketahui bersama bahwa umur satelit ini minimal 15 tahun."

Sebelumnya diberitakan, Telkomsel dalam rencananya menggelar jaringan seluler 4G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE) menunggu kanal frekuensi di pita 2,5 GHz yang saat ini masih ditempati Indovision, penyelenggara siaran berbayar dari grup MNC Sky Vision.

Kanal frekuensi di 2,5 GHz dinilai Telkomsel sebagai lahan yang tepat untuk LTE beroperasi, sesuai dengan ketersediaan teknologi jaringan yang ditawarkan oleh sejumlah mitra vendornya. Telkomsel pun rela menunggu jika suatu saat frekuensi itu ditender ulang pemerintah.

Tak pelak, hal itu menimbulkan reaksi keras dari kubu Indovision. Mereka pun mengancam akan melaporkan Telkomsel ke KPPU atas tudingan persaingan usaha tidak sehat. Namun ancaman itu tidak terbukti dengan dirilisnya pernyataan bersama.

"Melalui pernyataan sikap bersama ini, diharapkan dapat menunjukkan bahwa industri di Indonesia saling menghargai dan saling mendukung. Terlebih, keduanya adalah sama-sama industri yang sangat berguna bagi masyarakat Indonesia," demikian penegasan dari pernyataan itu.


( rou / eno )