Sabtu, Desember 11, 2010

WikiLeaks Versi Indonesia Hadir

WikiLeaks Versi Indonesia Hadir
IndoLeaks bersedia mempublikasikan dokumen penting dari sumber secara anonim.
SABTU, 11 DESEMBER 2010, 14:46 WIB
Indra Darmawan

VIVAnews - Tekanan terhadap situs pembocor WikiLeaks ternyata memberikan efek balik yang cukup besar.

Penangkapan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange, tidak hanya memicu simpati dari berbagai pihak, melainkan juga mengilhami banyak orang untuk mendirikan situs yang memfasilitasi para peniup seruling (whistleblower) untuk membongkar kebobrokan suatu lembaga atau instansi.

Setelah para mantan pendiri awal WikiLeaks berencana untuk mendirikan OpenLeaks.org,situs pembocor lain yang lebih canggih dari WikiLeaks, serta seorang blogger Rusia mendirikan situs semacam WikiLeaks bernamaRospil.info, kini sebuah situs semacam WikiLeaks bernama IndoLeaks.org juga hadir.

"Indoleaks muncul sebagai jawaban atas kebuntuan informasi. Terutama informasi yang berpeluang menjadi bumerang bagi penguasa, politisi dan kaum jahat lainnya di Indonesia," ujar IndoLeaks di rubrik 'Tentang Kami'.

Hingga kini, situs yang baru dibuat pada 7 Desember 2010 itu, mengklaim telah memiliki ratusan koleksi dokumen. Namun, Indoleaks memilah dan menyeleksi dokumen yang pantas untuk diketahui publik.

Dokumen transkrip Presiden Soeharto dan Richard Nixon

Sayangnya, sebagai pihak yang menyerukan keterbukaan informasi dan transparansi, situs ini belum mengungkapkan identitas para pengurus di belakangnya.

Setidaknya, situs yang tampilannya masih terlihat sederhana itu mengajak parawhistleblower yang memiliki informasi penting untuk mengirimkan dokumen-dokumen ke alamat email mereka dengan beberapa persyaratan.

Antara lain, dokumen tersebut harus orisinal tanpa ada opini yang menyertainya, memiliki kepentingan publik, dan tidak terkait dengan rekening rekam jejak kesehatan seseorang atau rahasia pribadi lainnya.

Dalam situsnya, IndoLeaks menyatakan bersedia melindungi narasumber dokumen itu dengan nama anonim.

Hingga kini, IndoLeaks telah mempublikasikan beberapa dokumen, antara lain laporan kedubes AS mengenai Timor Timur, transkrip mantan Presiden Soeharto dengan Gerald Ford, laporan akhir Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir, serta Memorandum of Understanding (MoU) pemerintah Indonesia dan Microsoft. (art)

• VIVAnews

Pendiri Wikileaks Dibekuk, Hacker Membalas

Pendiri Wikileaks Dibekuk, Hacker Membalas
Setelah Julian ditangkap polisi Inggris, para hacker serang situs anti Wikileaks. Sengit.
RABU, 8 DESEMBER 2010, 23:34 WIB
Muhammad Firman

VIVAnews - Setelah Julian Assange ditangkap polisi Inggris, para hacker pendukung pendiri situs Wikileaks, menjebol sejumlah situs yang selama ini dikenal sangat memusuhi Julian. Pembobolan atas sejumlah situs itu dilakukan hari ini, Rabu 8 Desember 2010.

Para hacker itu menilai bahwa selama ini, sejumlah situs itu aktif berkampanye anti Julian dan secara terbuka pula mendukung penangkapannya. Julian ditangkap polisi Inggris atas permintaan pengadilan Swedia, karena kasus pemerkosaan, kasus yang sungguh jauh dari urusan Wikileaks.

Menurut kantor berita CNN, Assange ditangkap Selasa, 7 Desember 2010, pada pukul 9.30 pagi waktu setempat. Kini ia ditahan di kantor polisi London dan menghadiri pengadilan di kota Westminster hari itu juga.

Pria 39 tahun ini menghadapi serangkaian pertanyaan menyangkut tuduhan pemerkosaan, pelecehan seks, dan pemaksaan ilegal, yang diduga dilakukannya di Swedia. Pemerintah Swedia menyebutkan, penangkapan ini tidak ada sangkut pautnya dengan aktivitas Assange di WikiLeaks.

Meski demikian, kuasa hukum Assange, Mark Stephens menyatakan bahwa tuduhan perkosaan atas Assange adalah sebuah permainan politik. Pasalnya, beberapa bulan terakhir, kliennya itu mendapat sorotan dunia karena membocorkan informasi sensitif berkategori rahasia milik pemerintah AS melalui situsnya.

Dugaan akal-akalan tuduhan itu juga diungkapkan Christine Assange, seorang pengelola bisnis pertunjukan boneka asal Queensland, Australia yang tak lain adalah ibunda Julian.

Christine mengaku tidak percaya atas semua yang dituduhkan pada anaknya. “Banyak hal yang ditulis mengenai saya dan Julian tidak benar,” ucap Christine.

Menurut Christine, mencari kebenaran adalah sifat Julian sejak kecil dan WikiLeaks adalah salah satu sarana untuk itu. “Dia melakukan apa yang dianggapnya hal yang baik di dunia, yaitu melawan kaum jahat,” ucap Christine.

Dibela Hacker Kian Berkibar

Meski Julian Assange sudah ditangkap Kepolisian Inggris, WikiLeaks tak lantas surut. Situs 'peniup peluit' itu akan terus membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat yang bisa membuat malu negara adidaya itu.

“Tindakan terhadap pemimpin redaksi kami, Julian Assange tak akan mempengaruhi operasi. Kami akan merilis lebih banyak bocoran malam ini seperti biasa,” demikian disampaikan WikiLeaks dalam akun Twitternya, Selasa 7 Desember 2010 malam.

Sejauh ini, WikiLeaks telah membocorkan sejumlah dokumen yang melibatkan negeri Paman Sam dalam sejumlah isu sensitif, termasuk terkait Iran, Afghanistan, juga China.

Keputusan WikiLeaks untuk tetap maju melegakan di kalangan pendukung Assange -- yang khawatir penahanan pria 39 tahun itu akan mempengaruhi kerja organisasi.

Tekanan yang terus menerus dialami oleh WikiLeaks dan pendirinya, memicu aksi balas dendam yang dilakukan oleh para hacktivist (aktivis hacker). Kelompok hacker pendukung pendiri WikiLeaks itu melakukan serangkaian serangan cyber terhadap beberapa pihak yang dianggap mengambil sikap bermusuhan.

Situs-situs web yang dianggap memusuhi WikiLeaks, seperti PayPal, Swiss Bank PostFinance (postfinance.ch), situs resmi penuntut umum Assange di Swedia (aklagare.se), dan situs senator Lieberman (lieberman.senate.gov) yang secara vokal menentang Assange, berhasil mereka lumpuhkan melalui inisiatif yang mereka namakan: Operation Payback.

“Tujuan Operation Payback bukan sekadar hacking untuk mencari keuntungan. Pada kasus ini, tujuan hacker adalah melumpuhkan layanan dan memprotes. Yang kami lihat di sini adalah serangan yang sangat fokus, untuk menjatuhkan server-server karena mengganggap ada ketidakadilan,” kata Noa Bar Yossef, pakar keamanan senior dari firma keamanan komputer Imperva, kepada PCWorld.

Sean-Paul Correl, pakar keamanan dari PandaBlogs mengungkapkan, akibat serangan Operation Payback, situs PayPalBlog.com sempat down selama 8 jam 15 menit. Serangan memakai metode Distributed Denial of Services (DDoS/ DoS).

Tidak seperti serangan DoS pada umumnya yang biasanya membombardir situs sasaran dengan ribuan atau bahkan ratusan ribu spam dari komputer-komputer PC yang telah ditulari dengan malware, menurut Bar Yossef, Operation Payback merekrut orang-orang dari dalam jaringan mereka untuk mengunduh kode program tertentu yang merupakan malware DoS itu sendiri.

Dengan demikian, tidak ada mesin komputer yang menjadi korban (atau disebut sebagai botnet) karena pemiliknya terlibat secara sadar menjadikan komputer mereka sebagai botnet dan alat untuk membungkam pihak-pihak yang memusuhi WikiLeaks.

Situs Lain Segera Bermunculan

Saat ini WikiLeaks memang satu-satunya situs pembocor rahasia yang telah membuat Amerika Serikat dan beberapa negara lain kelimpungan. Namun dalam waktu dekat, akan ada situs pembocor rahasia lain yang akan menjadi saingan dan justru dibentuk oleh salah satu mantan juru bicara WikiLeaks.

Daniel Domscheit-Berg atau yang lebih dikenal dengan nama Daniel Schmitt, 32, adalah mantan staf senior WikiLeaks yang mengundurkan diri pada September lalu.

Dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel yang dilansir dari laman Associated Press, Schmitt mengatakan akan membuat situs pembocor rahasia yang lebih baik daripada WikiLeaks.

Schmitt mengatakan, situs yang akan ia buat memiliki infrastruktur teknis yang memungkinkan seseorang mengirimkan dokumen rahasia yang diperolehnya, persis seperti WikiLeaks. Si pengirim juga akan tetap anonim untuk menjaga keamanannya.

Namun berbeda dengan WikiLeaks, situs ini memberikan pilihan kepada pengirim dokumen bagaimana dan kepada siapa informasi yang dia berikan akan dibocorkan.

Saat ini, Schmitt mengatakan, WikiLeaks memiliki masalah struktural yang parah. Banyak dokumen hanya bertumpuk dan staf lain tidak dibiarkan untuk menyentuhnya. Assange adalah satu-satunya orang yang mengatur semua penyebaran dokumen. Inilah alasan mengapa ia akan mendirikan situs yang lebih baik dibanding WikiLeaks.

Langkah Schmitt diikuti pula oleh Alexei Navalny, seorang jurnalis dan blogger populer asal Russia. Seperti halnya WikiLeaks, situs bernama Rospil.info yang ia buat memberikan kesempatan pada siapapun untuk mempublikasikan informasi yang berkaitan dengan praktek-praktek korupsi di Russia serta mendiskusikannya secara online.

Seperti dikutip dari kantor berita Rusia Ria Novosti, banyak pakar menyambut baik situs web semacam ini, karena bisa menjadi sumber informasi yang baik untuk memberantas praktek korupsi di Rusia.

Apalagi, selama ini, Navalny merupakan tokoh yang telah dikenal baik oleh publik. Navalny adalah pemilik saham minoritas beberapa perusahaan Rusia. Ia merupakan tokoh yang secara konsisten mengkampanyekan praktek bisnis yang lebih transparan di Rusia.

Rusia sendiri, selama ini dicap oleh organisasi Transparansi Internasional sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Menurut indeks persepsi korupsi 2009 yang dikeluarkan organisasi itu, Rusia menduduki peringkat 146 dari 180, atau berada di bawah negara Togo, Pakistan, dan Libya.

Sementara Indonesia pada tahun 2009 berada pada posisi 111. Tapi setidaknya, hingga saat ini belum ada situs pembocor dokumen rahasia seperti WikiLeaks atau Rospil.info di Indonesia. Berminat mendirikan?

• VIVAnews

Jumat, Desember 10, 2010

Pertamina Dibandingkan Shell dan Petronas

Pertamina Dibandingkan Shell dan Petronas
Awal 2011, Pertamina akan bersaing dengan perusahaan migas lainnya, Shell dan Petronas.
JUM'AT, 10 DESEMBER 2010, 08:16 WIB
Heri Susanto


VIVAnews - Jika tak ada kendala, pemerintah berencana melarang mobil pribadi mengkonsumsi bahan bakar minyak bersubsidi pada awal tahun depan. Mobil pelat hitam hanya diizinkan menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.

Inilah saatnya, menurut Menteri Energi Darwin Zahedy Saleh, Pertamina akan bersaing dengan perusahaan migas lainnya, seperti Shell dan Petronas di bisnis penjualan BBM retail. Apalagi, Pertamina sudah menyiapkan diri untuk berkompetisi dengan perusahaan lain sesuai mekanisme pasar.

"Kompetisi bagus untuk kepentingan masyarakat," ujarnya seperti ditulis VIVAnews, 9 Desember 2010.

Selama ini, di bisnis hilir, selain Pertamina yang beroperasi adalah Shell, Petronas dan Total. Mereka memperebutkan pasar BBM nonsubsidi lantaran penjualan BBM subsidi masih dimonopoli oleh Pertamina.

Lantas, bagaimana Pertamina dibandingkan dengan Shell dan Petronas?

Pertamina
Pertamina adalah perusahaan migas nasional terbesar di Indonesia. Perusahaan milik negara yang berusia puluhan tahun ini bergerak di bisnis hulu hingga hilir. Di bisnis hilir, Pertamina menguasai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Nusantara hingga ke pelosok daerah, dari Aceh hingga Papua. Total laba Pertamina tahun lalu, menurut data di Nota Keuangan APBN 2010, sebesar Rp30 triliun.

Sejauh ini, Pertamina hanya menjadi pemain besar di tingkat lokal yang berambisi menjadi pemain global, setidaknya bisa sejajar dengan Petronas. Untuk mewujudkan ambisi BUMN, Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta BUMN fokus pada ekspansi, sedangkan dividen untuk pemerintah tak lagi prioritas.

Shell
Shell Indonesia adalah bagian Royal Dutch Shell yang berpusat di Belanda. Shell menempati posisi nomor dua dari jajaran 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune 2010. Total pendapatan Shell sebesar US$285 miliar (Rp2.538 triliun) dan laba US$12,5 miliar (Rp112 triliun). Sebagai perusahaan migas global, Shell bukan sekedar bisnis minyak, namun juga bergerak di bidang pembangkit dan petrokimia. Shell beroperasi di 90 negara dengan 101 ribu karyawan.

Di Indonesia, Shell sudah beroperasi sejak 100 tahun lalu setelah mengeksplorasi minyak di Sumatra. Kini, Shell juga masuk bisnis hilir di Indonesia dengan membuka pom bensin. Setidaknya, Shell sudah membuka lebih dari 35 pom bensin di Jabodetabek dan Surabaya.

Petronas
Petronas adalah perusahaan nasional milik Malaysia yang dibentuk pada 17 Agustus 1974. Petronas menjadi perusahaan migas terpadu yang bergerak di sektor hulu hingga hilir. Perusahaan ini juga sudah beroperasi di sejumlah negara.

BUMN milik Malaysia masih dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune. Pada tahun ini, Petronas berada di peringkat 107 dunia dengan pendapatan sebesar US$62,5 miliar (Rp562 triliun) dan laba US$11,6 miliar (Rp104 triliun). Di Indonesia, Petronas juga sudah beroperasi baik di bisnis hulu dan hilir, khususnya pom bensin di Jabodetabek.

Sumber: Petronas I Shell Indonesia I Fortune

• VIVAnews

Selasa, Desember 07, 2010

China's skyscraper boom buoys global industry

China's skyscraper boom buoys global industry

In this photo taken on March 28, 2010 and released by the Shanghai Pacific Institute for International Strategy on Wednesday, April 14, 2010, top of a skyscraper reflects sunlight in the Shanghai city. (AP Photo/Shanghai Pacific Institute for International Strategy)
Chinese workers labor on a scaffolding near Beijing's tallest building, the 75-story China World Tower III in Beijing, China, on Sunday, Dec. 5, 2010.AP – Chinese workers labor on a scaffolding near Beijing's tallest building, the 75-story China World Tower …
RELATED QUOTES
^DJI11,377.97-4.12
^GSPC1,223.26-1.45
^IXIC2,591.13-0.33

BEIJING – The 121-story Shanghai Tower is more than China's next record-setting building: It's an economic lifeline for the elite club of skyscraper builders.

Financial gloom has derailed plans for new towers in Chicago, Moscow, Dubai and other cities. But in China, work on the 2,074-foot (632-meter) Shanghai Tower, due to be completed in 2014, and dozens of other tall buildings is rushing ahead, powered by a buoyant economy and providing a steady stream of work to architects and engineers.

The U.S. high-rise market is "pretty much dead," said Dan Winey, a managing director for Gensler, the Shanghai Tower's San Francisco-based architects. "For us, China in the next 10 to 15 years is going to be a huge market."

China has six of the world's 15 tallest buildings — compared with three in the United States, the skyscraper's birthplace — and is constructing more at a furious pace, defying worries about a possible real estate boom and bust. It is on track to pass the U.S. as the country with the most buildings among the 100 tallest by a wide margin.

"There are cities in China that most Western people have never heard of that have bigger populations and more tall buildings than half the prominent cities in the U.S.," said Antony Wood, executive director of the Council on Tall Buildings and Urban Habitat at the Illinois Institute of Technology in Chicago.

China is leading a wave of skyscraper building in developing countries that is shifting the field's center of gravity away from the United States and Europe.

India, Brazil, Saudi Arabia and Indonesia have ultra-tall towers under construction or on the drawing board. In the Gulf, Doha in Qatar and Dubai — site of the current record holder, the 163-story Burj Khalifa — each has three buildings among the 20 tallest under construction, though work on all but one of those has been suspended.

The shift is so drastic that North America's share of the 100 tallest buildings will fall from 80 percent in 1990 to just 18 percent by 2012, according to Wood. He said by then, 45 of the tallest will be in Asia, with 34 of those in China alone.

"So 34 percent of the 100 tallest buildings will be in a single country. That has only happened once before, and that was with the USA," he said.

In China, skyscrapers are going up in obscure locales such as Wenzhou, Wuhan and Jiangyin, a boomtown north of Shanghai. It is building a 72-story, 1,076-foot (328-meter) hotel-and-apartment tower that will be taller than Manhattan's Chrysler Building.

China's edifice complex is driven by a mix of demand for space in a crowded country with economic growth forecast at 10 percent this year and local leaders who want architectural eye candy to promote their cities as commercial centers.

Dozens of midsize Chinese cities are building new business districts to replace cramped downtowns. They look to the model of Shanghai's skyscraper-packed Pudong district — China's Wall Street — created in the 1990s on reclaimed industrial land.

[Related: India's richest man moves into world’s largest home]

"Governments are encouraging these iconic buildings in order to give a very clear message to the outside world: Please pay attention to our city," said Dennis Poon, managing principal of Thornton Tomasetti, the Shanghai Tower's structural engineers. The New York-based firm also is working on the 115-story Ping An International Finance Center in Shenzhen, near Hong Kong, and other Chinese projects.

China has four of the 10 tallest buildings under construction, versus two for the United States รข€” and work on one of those, the 2,000-foot (610-meter) Chicago Spire, has stopped.

The Shanghai Tower will be China's tallest office tower, surpassing the neighboring Shanghai World Financial Center in Pudong. The 2-year-old WFC passed the Jinmao Tower, also in Pudong, for the title.

China accounts for 65 percent of Gensler's worldwide revenues from projects that involve buildings 35 to 40 stories and above, according to Winey.

The firm is working on some 50 projects in China that total 80 million square feet (8 million square meters), the equivalent of San Francisco's entire stock of commercial office space, he said. China revenues are rising by 30 to 35 percent a year and its staff of 140 people in offices in Beijing and Shanghai should expand to 500 in the next seven years.

The boom has drawn a Who's Who of star architects and given Chinese firms their first shot at designing a skyscraper.

[Related: China’s 300mph bullet train breaks record]

Shenzhen's Ping An tower was designed by Kohn Pedersen Fox; the New York firm's other projects include the 116-story East Tower of the Chow Tai Fook Center in Guangzhou, also near Hong Kong. Chicago-based Skidmore Owings & Merrill designed Beijing's tallest building, the 75-story China World Tower III, and the 76-story Tianjin World Financial Center in Tianjin east of Beijing, due to be completed next year. Jiangyin's Hanging Village of Huaxi was designed by China's A+E Design.

Tianjin, a port and oil-refining center with ambitions to be a finance and tech hub, is building four towers of at least 75 stories. One of them, the Goldin Finance 117, will be 117 stories and nearly 2,000 feet (600 meters) tall.

Instead of Western-style single-use office or apartment towers, many developers diversify their revenue sources by making buildings a mix of hotel and office space, with a shopping mall in the base and luxury apartments at the top.

The new space is hitting the market just as Beijing tries to cool a boom in construction of luxury housing and shopping malls. Regulators warn that a supply glut could leave lenders with unpaid loans if developers default.

But demand for high-end office space is so strong that the skyscraper market should face no such problems, said Danny Ma, director of China research for real estate consulting firm CB Richard Ellis. He said the new buildings should fill up quickly because many are the first in their cities to offer high-quality facilities required by foreign and major Chinese companies that are expanding there.

"More and more tenants are keen to move to such buildings," Ma said. He said developers are signing up tenants in advance for 50 to 60 percent of the space in new projects, enough in many cases to make them profitable.

China is helping to propel development of skyscraper design and urban planning as developers face government pressure to make buildings environmentally friendly and integrate them into busy cities.

The Shanghai Tower will have a double-layer glass exterior to insulate it and cut heating and cooling costs, an advanced feature that might be rejected as too costly in the U.S. or other Western markets, Winey said.

"You can do a lot more experimentation here," he said. "It's an amazing place to be, because you can do things here that you can't do anywhere else in the world."

___

Online:

Council on Tall Buildings and Urban Habitats: http://www.ctbuh.org

Thornton Tomasetti: http://www.thorntontomasetti.com

Gensler: http://www.gensler.com