Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 10, 2010

Pertamina Dibandingkan Shell dan Petronas

Pertamina Dibandingkan Shell dan Petronas
Awal 2011, Pertamina akan bersaing dengan perusahaan migas lainnya, Shell dan Petronas.
JUM'AT, 10 DESEMBER 2010, 08:16 WIB
Heri Susanto


VIVAnews - Jika tak ada kendala, pemerintah berencana melarang mobil pribadi mengkonsumsi bahan bakar minyak bersubsidi pada awal tahun depan. Mobil pelat hitam hanya diizinkan menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.

Inilah saatnya, menurut Menteri Energi Darwin Zahedy Saleh, Pertamina akan bersaing dengan perusahaan migas lainnya, seperti Shell dan Petronas di bisnis penjualan BBM retail. Apalagi, Pertamina sudah menyiapkan diri untuk berkompetisi dengan perusahaan lain sesuai mekanisme pasar.

"Kompetisi bagus untuk kepentingan masyarakat," ujarnya seperti ditulis VIVAnews, 9 Desember 2010.

Selama ini, di bisnis hilir, selain Pertamina yang beroperasi adalah Shell, Petronas dan Total. Mereka memperebutkan pasar BBM nonsubsidi lantaran penjualan BBM subsidi masih dimonopoli oleh Pertamina.

Lantas, bagaimana Pertamina dibandingkan dengan Shell dan Petronas?

Pertamina
Pertamina adalah perusahaan migas nasional terbesar di Indonesia. Perusahaan milik negara yang berusia puluhan tahun ini bergerak di bisnis hulu hingga hilir. Di bisnis hilir, Pertamina menguasai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Nusantara hingga ke pelosok daerah, dari Aceh hingga Papua. Total laba Pertamina tahun lalu, menurut data di Nota Keuangan APBN 2010, sebesar Rp30 triliun.

Sejauh ini, Pertamina hanya menjadi pemain besar di tingkat lokal yang berambisi menjadi pemain global, setidaknya bisa sejajar dengan Petronas. Untuk mewujudkan ambisi BUMN, Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta BUMN fokus pada ekspansi, sedangkan dividen untuk pemerintah tak lagi prioritas.

Shell
Shell Indonesia adalah bagian Royal Dutch Shell yang berpusat di Belanda. Shell menempati posisi nomor dua dari jajaran 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune 2010. Total pendapatan Shell sebesar US$285 miliar (Rp2.538 triliun) dan laba US$12,5 miliar (Rp112 triliun). Sebagai perusahaan migas global, Shell bukan sekedar bisnis minyak, namun juga bergerak di bidang pembangkit dan petrokimia. Shell beroperasi di 90 negara dengan 101 ribu karyawan.

Di Indonesia, Shell sudah beroperasi sejak 100 tahun lalu setelah mengeksplorasi minyak di Sumatra. Kini, Shell juga masuk bisnis hilir di Indonesia dengan membuka pom bensin. Setidaknya, Shell sudah membuka lebih dari 35 pom bensin di Jabodetabek dan Surabaya.

Petronas
Petronas adalah perusahaan nasional milik Malaysia yang dibentuk pada 17 Agustus 1974. Petronas menjadi perusahaan migas terpadu yang bergerak di sektor hulu hingga hilir. Perusahaan ini juga sudah beroperasi di sejumlah negara.

BUMN milik Malaysia masih dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune. Pada tahun ini, Petronas berada di peringkat 107 dunia dengan pendapatan sebesar US$62,5 miliar (Rp562 triliun) dan laba US$11,6 miliar (Rp104 triliun). Di Indonesia, Petronas juga sudah beroperasi baik di bisnis hulu dan hilir, khususnya pom bensin di Jabodetabek.

Sumber: Petronas I Shell Indonesia I Fortune

• VIVAnews

Kamis, September 23, 2010

Pertamina Pangkas Target Laba Rp 11,5 Triliun, Pemerintah Panik

Rabu, 22/09/2010 22:55 WIB
Pertamina Pangkas Target Laba Rp 11,5 Triliun, Pemerintah Panik
Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Pemerintah akan melakukan kajian khusus terkait penurunan target laba PT Pertamina (Persero) dari Rp 25 triliun menjadi Rp 13,5 triliun di 2010. Menteri BUMN Mustafa Abubakar berharap laba Pertamina di 2010 tidak turun sebanyak itu.

"Kita akan melakukan kajian bersama Pertamina terkait adanya penurunan laba di 2010 yang hampir mencapai 50%," ujarnya di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/09/2010).

Mustafa mengakui, Pertamina memang sudah mengungkapkan adanya target penurunan laba akibat asumsi yang berubah-ubah. Selain itu, lanjut Mustafa adanya kuota tambahan BBM bersubsidi dan margin keuntungan yang tidak mencukupi. "Sehingga memperngaruhi target perseroan," tuturnya.

Pihaknya berharap, nantinya realisasi laba Pertamina di 2010 diharapkan lebih di atas target Rp 13,5 triliun. "Sebagai pemegang saham kami berharap tidak sampai pada angka Rp 13,5 triliun," tegas Mustafa.

Lebih lanjut Mustafa meminta agar Pertamina dapat menahan laju penurunan laba tersebut dengan menyesuaikan perubahan kurs rupiah yang menguat.

"Adanya kewajiban (utang) yang menggunakan mata uang asing dikurangi dengan melakukan konversi," tambahnya. Selain itu, lanjut Mustafa dilakukan efisiensi agar biaya operasional tidak membengkak.

Pada bagian lain, Kementerian BUMN mengusulkan penarikan deviden interim pada 2011 sebesar Rp 26,6 triliun.

Target dividen ini tertuang dalam surat Menteri BUMN S-84/S.MBU/2010 tanggal 22 Maret 2010, target dan Pagu PNBP TA 2011 adalah sebesar Rp 26,02 triliun yang disampaikan kepada DPR pada kesempatan yang sama.

Adapun kesepakatan Kementerian BUMN dan pemerintah untuk target bersih dividen murni 2011 sebesar Rp 28,76 triliun yang diperoleh dari Pertamina Persero Rp 10,17 triliun, non Pertamina Rp 13,40 triliun serta PLN Rp 5,19 triliun. Namun, Kementerian BUMN mengusulkan target dividen tahun 2011 sekitar Rp 26,5 triliun turun Rp 9 miliar dari kesepakatan tersebut.

Rencananya, Kementerian BUMN akan mengusulkan menarik dividen dari Pertamina Rp 6,75 triliun, Non Pertamina Rp 16,74 triliun, dan PLN Rp 4 triliun. Usulan ini disebabkan adanya revisi laba Pertamina tersebut dan PLN yang juga merevisi RKAP laba bersih dari Rp 12,5 triliun menjadi Rp 10,3 triliun.

(dru/dnl)