Tampilkan postingan dengan label minyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minyak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 18, 2010

Pengusaha Cemaskan Efek Lonjakan Harga Minyak dan Beras di 2011

Rabu, 15/12/2010 08:47 WIB
Pengusaha Cemaskan Efek Lonjakan Harga Minyak dan Beras di 2011
Suhendra - detikFinance

Jakarta - Pelaku usaha mengkhawatirkan dampak lonjakan harga minyak dunia dan harga beras di dalam negeri terkait terhadap ekonomi di tahun 2011. Pemerintah diminta harus benar-benar memperhatikan ancaman ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan bahwa lonjakan harga minyak dunia akan berimplikasi pada membengkaknya subsidi bahkan ada kekhawatiran kenaikan harga BBM.

Sofjan menduga pembatasan premium pada triwulan I-2011, terkait upaya mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia karena pemerintah tak berani menaikan harga BBM.

Selain itu, Sofjan menambahkan kenaikan harga beras secara perlahan di 2010 akan berlanjut di 2011, sehingga ancaman terhadap inflasi sangat tinggi.

"Tahun depan masalah minyak menjadi perhatian, juga masalah harga beras," katanya saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu malam (14/10/2010).

Sofjan juga menambahkan bagi pengusaha masalah lainnya, yang tetap menghadang di tahun depan seperti serbuan produk-produk China yang masuk ke pasar dalam negeri sebagai imbas perdagangan bebas ACFTA. Daya saing industri dalam negeri masih belum melawan keperkasaan industri China.

"Kita juga paling berat menghadapi barang-barang China, yang kita tak kompetitif lagi," katanya.

(hen/qom)

Pengusaha Cemaskan Efek Lonjakan Harga Minyak dan Beras di 2011

Rabu, 15/12/2010 08:47 WIB
Pengusaha Cemaskan Efek Lonjakan Harga Minyak dan Beras di 2011
Suhendra - detikFinance

Jakarta - Pelaku usaha mengkhawatirkan dampak lonjakan harga minyak dunia dan harga beras di dalam negeri terkait terhadap ekonomi di tahun 2011. Pemerintah diminta harus benar-benar memperhatikan ancaman ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan bahwa lonjakan harga minyak dunia akan berimplikasi pada membengkaknya subsidi bahkan ada kekhawatiran kenaikan harga BBM.

Sofjan menduga pembatasan premium pada triwulan I-2011, terkait upaya mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia karena pemerintah tak berani menaikan harga BBM.

Selain itu, Sofjan menambahkan kenaikan harga beras secara perlahan di 2010 akan berlanjut di 2011, sehingga ancaman terhadap inflasi sangat tinggi.

"Tahun depan masalah minyak menjadi perhatian, juga masalah harga beras," katanya saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu malam (14/10/2010).

Sofjan juga menambahkan bagi pengusaha masalah lainnya, yang tetap menghadang di tahun depan seperti serbuan produk-produk China yang masuk ke pasar dalam negeri sebagai imbas perdagangan bebas ACFTA. Daya saing industri dalam negeri masih belum melawan keperkasaan industri China.

"Kita juga paling berat menghadapi barang-barang China, yang kita tak kompetitif lagi," katanya.

(hen/qom)

Selasa, Agustus 18, 2009

Saham dan Minyak Dunia Bertumbangan

Saham dan Minyak Dunia Bertumbangan
Saham



SENIN, 17 AGUSTUS 2009 | 20:09 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Harga saham dan minyak dunia bertumbangan, Senin (17/8), saat pasar dililit oleh kekhawatiran akan prospek konsumen di AS. Pasar dikekang oleh kekhawatiran terhadap lambannya langkah pemulihan ekonomi global meskipun terdapat kabar bahwa Jepang telah keluar dari masa resesi.

Di Eropa, indeks saham terkemuka Inggris FTSE 100 turun 76,23 poin atau 1,6 persen serta berada pada 4.637,74. Sementara indeks DAX di Jerman merosot 95,78 poin atau 1,8 persen menjadi 5.213,33. Indeks CAC-40 di Perancis anjlok 58,69 poin atau 1,7 persen menjadi 3.436,31.

Bursa saham Shanghai yang merosot hampir 6 persen memimpin penurunan tajam nilai saham di Asia saat dibukanya transaksi di Wall Street. Indeks berjangka Dow Jones turun 157 poin atau 1,7 persen menjadi 9.164 dan indeks Standard & Poor’s 500 anjlok 18,5 poin atau 1,8 persen menjadi 987,30.

Hasil survei kepercayaan konsumen Jumat pekan lalu yang dipadukan dengan laporan penurunan pendapatan beberapa perusahaan AS seperti Abercrombie & Fitch Co., JC Penney Corp. serta Nordstrom Inc. telah memicu keprihatinan tentang kemungkinan kondisi ekonomi dunia tidak akan pulih secepat yang diperkirakan sebagian besar kalangan pasar selama ini.

Dari bursa komoditas, kontrak berjangka pengiriman minyak mentah light sweet untuk September di New York Mercantile Exchange menurun 1,57 dollar AS menjadi 65,94 dollar AS per barrel. Harga minyak terus merosot tajam di tengah terdapat kekhawatiran pasar terhadap permintaan pasar global yang tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya. Analis menjelaskan penurunan harga minyak mendekati 5 dollar AS dalam transaksi 2 hari terakhir telah menunjukkan bukti lain bahwa investor saham telah membukukan profit.


JIM
Sumber : AP

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/17/20093910/saham.dan.minyak.dunia.bertumbangan