Tampilkan postingan dengan label Krisis Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Krisis Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 15, 2010

Bocoran dari Bank Sentral: AS di Ambang Krisis Ekonomi Serius

ABC News
Bocoran dari Bank Sentral: AS di Ambang Krisis Ekonomi Serius
The Fed/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Pimpinan Bank Senytral Amerika Serikat, Ben Bernanke, menyerukan langkah cepat dan tegas untuk mengendalikan defisit anggaran AS yang terus membengkak. Ia memperingatkan, kegagalan untuk bertindak bisa mengakibatkan krisis yang serius.

Selain memperingatkn an bahwa defisit tahunan yang bergelombang bisa memjadi sebuah 'ancaman nyata dan berkembang' terhadap ekonomi AS, Bernanke mengatakan kepada khalayak di Rhode Island bahwa "Kiamat" akan datang jika langkah penyelamatan tidak diambil.

'Satu-satunya pertanyaan sebenarnya adalah apakah penyesuaian akan berlangsung melalui proses cermat dan musyawarah ... atau apakah penyesuaian fiskal yang dibutuhkan akan respons yang cepat dan menyakitkan untuk sebuah krisis fiskal sebenarnya."

AS mengalami tekor 1,47 triliun kekurangan anggaran pada tahun keuangan yang berakhir pada bulan September. Hal ini disumbang pendapatan pajak yang kering dan pemerintah terlalu menghamburkan uang untuk dana talangan ekonomi dan stimulus ekonomi.

Bernanke menyarankan aturan fiskal baru dari Kongres dapat membantu menempatkan anggaran AS kembali ke jalurnya. Namun ia juga mengingatkan, hal itu hanya mungkin dengan dukungan politik yang berkelanjutan.

'Kedua kongres saat ini dan masa depan dan presiden harus membuat beberapa keputusan yang sangat sulit untuk menempatkan anggaran kembali pada lintasan yang berkelanjutan, "katanya. Bernanke mengatakan reformasi pajak juga bisa membantu.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Reuters/AP

Minggu, Juni 27, 2010

Pemulihan Krisis Ekonomi Masih Rapuh

KTT G-8 KANADA
Pemulihan Krisis Ekonomi Masih Rapuh
Minggu, 27 Juni 2010 | 10:00 WIB
www.cbc.ca
Ilustrasi

HUNTSVILLE, KOMPAS.com — Para pemimpin negara-negara kaya yang tergabung dalam Kelompok Delapan (G-8) mengingatkan, pemulihan ekonomi global dari krisis masih rapuh.

Kondisi ini membahayakan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) tahun 2015, yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Pertemuan tahunan kami (G-8) berlangsung di saat dunia mulai pulih dari krisis ekonomi terbesar sepanjang generasi," demikian isi komunike bersama pertemuan para pemimpin G-8, Minggu (27/6/2010).

Melambatnya perekonomian dunia itu mengancam upaya negara-negara berkembang mencapai MDGs.

"Krisis telah sangat mengganggu upaya mencapai target MDGs 2015. Diperlukan komitmen bersama baru," kata para pemimpin G-8 itu.

Dalam hal ini, baik kelompok negara maju maupun berkembang harus bekerja lebih banyak.

Para aktivis yang menggelar pertemuannya bersamaan dengan KTT G-8 di Kanada mengkritik dan menuduh negara-negara terkaya dunia itu gagal memenuhi janjinya lima tahun lalu.

Ketika itu, G-8 berjanji menggelontorkan dana bantuan 20 miliar dollar AS.

Para pemimpin G-8 berjanji memperbaiki mekanisme monitoring mereka sehingga di masa mendatang mereka bisa diminta memenuhi tanggung jawabnya sekiranya mereka mengabaikan janji.

"Kami, Kelompok Delapan, siap melaksanakan kepemimpinan dan memenuhi kewajiban kami," kata para pemimpin G-8 dalam komunike bersamanya itu.

Negara-negara anggota PBB sepakat untuk mengupayakan pencapaian target pembangunan milenium tahun 2015 guna mengurangi tingkat kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan hak perempuan dan anak, serta memperbaiki mutu pendidikan.

Editor: bnj | Sumber : ANT, AFP

Sabtu, Mei 08, 2010

Uni Eropa Sepakati Langkah Darurat Atasi Krisis

Sabtu, 08/05/2010 15:25 WIB
Uni Eropa Sepakati Langkah Darurat Atasi Krisis
Nurul Qomariyah - detikFinance
Brussels - Para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk mengambil langkah darurat guna mengatasi krisis sebelum pembukaan perdagangan Senin mendatang. Langkah ini diharapkan bisa mencegah krisis di Yunani menyebar ke negara lain seperti Spanyol dan Portugal.

Pemimpin 16 negara Uni Eropa usai pertemuan dengan Bank Sentral Eropa dan pejabat Komisi Eropa menyatakan mereka siap mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk melindungi stabilitas di kawasan pengguna mata uang tunggal euro itu.

"Kita akan mempertahankan euro dengan cara apapun. Kita memiliki beberapa instrumen dalam penyelesaian dan kami akan menggunakannya," ujar Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso usai pertemuan yang berlangsung di Brussels, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/5/2010).

Namun ia menolak membeberkan detail dari proposal upaya penangananan krisis yang rencananya akan mendapatkan persetujuan pada Minggu besok. Namun ditegaskan upaya penanganan itu akan menggunakan dana yang mungkin tersisa dari anggaran Uni Eropa.

Krisis utang di Yunani sejauh ini terus memberikan sentimen negatif di pasar finansial. Para investor khawatir krisis itu akan menyebar ke negara Uni Eropa lainnya, sehingga pasar saham dan mata uang di berbagai belahan dunia berjatuhan.

Selain sepakat untuk membuat 'Crisis Fund', para pemimpin uni Eropa juga sepakat untuk membuat batasan baru bagi para spekulator.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, dana stabilisasi itu akan memberikan sinyal yang jelas kepada para spekulator pasar agar mundur.

Presiden AS Barack Obama menelpon langsung Kanselir Jerman bahwa dirinya mendukung upaya untuk menyelamatkan Yunani dan mengatakan regulator AS kini sedang menginvestigasi kejatuhan pasar saham AS pada Kamis lalu.

"Kami sepakat pentingnya respons kebijakan yag kuat dari negara yang terkena dampak dan respons finansial yang kuat dari komunitas internasional," jelas Obama.

(qom/qom)