Tampilkan postingan dengan label IMF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMF. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 02, 2011

IMF peringatkan betapa rapuhnya perekonomian AS saat ini

Kamis, 30 Juni 2011 | 14:47 oleh Rizki Caturini , Sumber : BBC
KRISIS EKONOMI DUNIA
IMF peringatkan betapa rapuhnya perekonomian AS saat ini

NEW YORK. International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa utang yang dimiliki AS saat ini bukan masalah yang akan berkelanjutan. Namun, AS harus sangat berhati-hati melangkah dalam pemulihan ekonomi yang saat ini masih sangat rapuh.

IMF melaporkan, prediksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini sebesar 2,5% dan sebesar 2,7% di 2012. Angka ini berada di bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dari The Fed yang sebesar 3,3% di tahun depan.

Defisit anggaran AS diproyeksikan mencapai US$ 1,4 triliun tahun ini, di atas defisit tahun lalu yang sebesar US$ 1,29 triliun. Namun, angka ini masih tipis di bawah defisit anggaran AS pada 2009 yang sebesar US$ 1,41 triliun.

Dalam evaluasi ekonomi tahunan AS, IMF mendesak Washington untuk mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah.

Pemerintahan Barack Obama dan kongres saat ini masih mengalami kebuntuan dalam negosiasi pemotongan anggaran sebelum persetujuan untuk meningkatkan plafon utang pemerintah.

Utang AS saat ini sudah mencapai batas yakni sebesar US$ 14,3 triliun. Negara ini harus segera meningkatkan plafon utang sebelum 2 Agustus 2011 untuk menghindari default alias gagal bayar.

IMF mengatakan, kegagalan mencapai kesepakatan peningkatan plafon utang akan menyebabkan peringkat utang AS menurun dan akan membuat suku bunga bank menanjak.

"Hal ini juga berisiko terhadap global, mengingat peran sentral obligasi Departemen Keuangan AS di pasar keuangan dunia," ujar juru bicara IMF.

http://internasional.kontan.co.id/v2/read/1309420064/71590/IMF-peringatkan-betapa-rapuhnya-perekonomian-AS-saat-ini

Selasa, November 23, 2010

Terancam Bangkrut, Irlandia Minta Bantuan IMF

Terancam Bangkrut, Irlandia Minta Bantuan IMF
Irlandia sempat dikenal sebagai "Macan Eropa" karena pertumbuhan ekonominya mengagumkan
SENIN, 22 NOVEMBER 2010, 13:33 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Pemerintah Irlandia resmi meminta pinjaman keuangan dari Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan negara itu dari ancaman kebangkrutan akibat krisis di sektor perbankan.

Permohonan pinjaman darurat disampaikan Perdana Menteri Irlandia, Brian Cowen, Minggu 21 November 2010. Dia mengatakan pemerintahnya juga akan melakukan pengurangan anggaran dan menaikkan pajak untuk mengatasi krisis ekonomi di negaranya.

“Saya ingin memastikan kepada rakyat Irlandia bahwa kita memiliki masa depan yang cerah di depan kita,” ujar Cowen seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Permohonan ini disambut baik oleh menteri-menteri keuangan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa serta IMF yang mengatakan bahwa kesepakatan utang akan berperan besar dalam stabilitas sistem perbankan dan ekonomi Irlandia serta Eropa.

Selain UE dan IMF, Cowen juga mengatakan bahwa Inggris dan Swedia telah sepakat untuk memberikan utang bilateral kepada Irlandia. Dana itu diperlukan pemerintah Irlandia untuk menyelamatkan sektor perbankan.

Menteri Keuangan Irlandia, Brian Lenihan, mengatakan bahwa pinjaman tersebut akan menjadi dana kontingensi yang memungkinan bank di Irlandia untuk meminjam uang ke pasar terbuka lagi.

Lenihan mengatakan bahwa Irlandia akan meminta pinjaman kurang dari 100 miliar euro dari UE dan IMF. Pemerintah Irlandia juga berencana untuk memotong anggaran hingga enam miliar euro sebelum rapat anggaran 7 Desember nanti. Untuk empat tahun ke depan, Irlandia berencana berhemat sebesar 15 miliar euro dari anggarannya.

Pemerintah Irlandia telah menyuntikkan dana miliaran euro ke beberapa bank untuk membuat mereka tetap beroperasi. Sejumlah bank bahkan telah dinasionalisasi. Pengamat mengatakan bahwa Irlandia tidak memiliki pilihan lain selain menerima bantuan dari luar.

“Situasinya seperti ini: jika tidak ada uang, kita tidak dapat membayar. Dan memang tidak ada uang, maka itu IMF datang. Jika kita punya uang, mereka tidak akan ada disini. Reputasi pasar finansial kita telah terpuruk dan kita harus membangunnya lagi,” ujar pengamat ekonomi David McWilliams.

Irlandia sempat dikenal sebagai "Macan Eropa" karena mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan selama 1995-2007. Namun, situasi itu berubah menjadi krisis mulai 2008.

Saat itu, menurut riset Quarterly Economic Commentary pada 2009, tingkat produk domestik bruto Irlandia mengalami kontraksi sebesar 14 persen dan tahun ini tingkat pengangguran melonjak jadi 13 persen.

• VIVAnews

Sabtu, Oktober 23, 2010

IMF Bakal Direformasi Habis-habisan

Sabtu, 23/10/2010 16:10 WIB
IMF Bakal Direformasi Habis-habisan
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Negara-negara anggota G-20 sepakat untuk melakukan reformasi secara besar-besaran di tubuh International Monetary Fund (IMF). Ini dilakukan di tengah pergeseran peta kekuatan ekonomi dunia.

Dalam reformasi tersebut, kekuatan-kekuatan ekonomi baru dunia seperti China akan diberikan porsi kekuatan yang besar dalam pengambilan keputusan di IMF.

Para menteri keuangan negara G-20 dalam pertemuan di Korea Selatan memutuskan reformasi ini, setelah melalui berbagai upaya bertahun-tahun untuk membuat kekuatan suara di IMF bergeser ke negara-negara kekuatan ekonomi baru seperti China dan India.

"Ini merupakan reformasi terbesar dalam IMF. Dan kesepakatan ini akan sangat bersejarah," ujar Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn seperti dikutip Reuters, Sabtu (23/10/2010).

Dalam sebuah pernyataan, para menteri keuangan negara G-20 mengatakan akan melakukan perombakan yang akan membuat IMF lebih efektif dan kredibel. Sehingga memungkinkan IMF untuk memainkan perannya dalam mendukung operasi sistem moneter dan keuangan internasional.

Kesepakatan ini terjadi di tengah upaya G-20 untuk menyelesaikan persoalan perang mata uang yang terjadi antara negara eksportir besar seperti China dengan negara-negara yang mengalami defisit perdagangan seperti AS.

Dalam reformasi ini, akan muncul perubahan dalam kursi dewan IMF, negara-negara berkembang sebagai kekuatan ekonomi baru bakal mendapatkan kursi lebih banyak. Strauss-Kahn mengatakan, negara di Eropa sepakat untuk menyerahkan 2 kursi dewan IMF kepada negara-negara berkembang.

Bahkan sekitar 5% kekuatan suara di IMF juga akan diserahkan kepada negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, dan China.

Selama ini, AS merupakan penyumbang dana terbesar IMF, yaitu hampir 17%. Untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas. Lalu Jepang menjadi pemegang saham terbesar kedua, diikuti Jerman, Perancis, dan Inggris.

Tapi saat ini, China sudah melakukan transformasi ekonomi yang menakjubkan selama 3 dekade terakhir. Bahkan negara ini menunjukkkan ketahanan yang luar biasa di tengah krisis ekonomi global yang dahsyat di 2008-2009.


(dnl/dnl)

Minggu, September 12, 2010

Jadi Pasien IMF, Yunani Disuntik Lagi 2,57 Miliar Euro

Sabtu, 11/09/2010 15:07 WIB
Jadi Pasien IMF, Yunani Disuntik Lagi 2,57 Miliar Euro
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Lembaga moneter internasional (International Monetary Fund/IMF) akan memberikan suntikan likuiditas kedua kepada Yunani sebesar 2,57 miliar euro sebagai paket penyelamatan ekonomi.

Pembayaran ini merupakan bagian dari rencana penyuntikan likuiditas sebesar 110 miliar euro (US$ 140 miliar) dari IMF dan Uni Eropa untuk membantu negara-negara Eropa mengatasi krisis utang yang menghancurkan dan membuat sektor keuangan Eropa menjadi rapuh.

Dari 110 miliar euro dana yang rencananya akan dikucurkan, Yunani akan mendapatkan 30 miliar euro atau US$ 38 miliar. Suntikan ini telah disetujui setelah Yunani berencana untuk memotong anggaran pengeluarannya.

"Pemerintah Yunani telah membuat awal yang kuat untuk memperbaiki ekonomi mereka, dan pelaksanaan program tersebut sudah mulai memberikan hasil," ujar Eksekutif IMF Murilo Portugal seperti dikutip AFP, Sabtu (10/10/2010).

Setelah dihadang badai krisis utang, ratusan ribu orang Yunani, terutama yang bekerja di sektor pelayanan sipil telah dipangkas pendapatannya.

Setelah pemerintahannya yang sosialis memutuskan untuk memotong gaji, bonus, dan pensiun mereka untuk menyelamatkan dana sosial yang kolaps.

(dnl/dnl)

IMF: Perekonomian Dunia Lesu

IMF: Perekonomian Dunia Lesu


Liputan6.com, Washington: Menurut lembaga keuangan dunia IMF, pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjelang akhir 2010. IMF menyalahkan lemahnya sektor finansial dan krisis kepercayaan yang melanda sejumlah negara. Karena itu IMF menyerukan agar negara-negara maju memotong defisit anggaran belanja mereka untuk mengatasi kelesuan perekonomian ini.

Badan keuangan yang bermarkas di Washington ini juga menggarisbawahi sejumlah faktor-fakor potensial yang berisiko memperparah keadaan seperti memburuknya pasar properti AS. Menurut IMF, ini akan menjadi awal dari krisis finansial global dan IMF mewanti-wanti cadangan kredit akan mengering jika jumlah perpindahan kepemilikan rumah terus meningkat di AS.

IMF juga mengkhawatirkan kemungkinan semakin peliknya permasalahan yang muncul dalam sovereign debt market. Hal ini dicontohkan dengan krisis kepercayaan yang membuat Yunani terpaksa meminjam 100 miliar euro tahun ini.

Dalam rekomendasinya, IMF juga meminta pemerintah untuk kembali mencoba menyeimbangkan perekonomian mereka, dimana emerging markets termasuk yang berada di kawasan Asia, didorong lebih memfokuskan diri untuk menstimulasi permintaan internal ketimbang fokus pada ekspor. Sebaliknya, IMF meminta kepada negara ekonomi maju untuk meningkatkan ekspor berbarengan dengan usaha memangkas defisit bujet.(BBC/ADO)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100911/twl-imf-perekonomian-dunia-lesu-deaf2f6.html