Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 23, 2010

Chairul Tanjung Ingin Kembalikan Bulog ke Masa Lalu

Kamis, 23/09/2010 18:26 WIB
Chairul Tanjung Ingin Kembalikan Bulog ke Masa Lalu
Suhendra - detikFinance


Jakarta - Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengkaji untuk memberikan rekomendasi pengembalian peranan Bulog seperti masa lalu. Bulog akan diusulkan kembali lebih berfungsi murni menstabilkan harga saja tanpa komersial.

"Kita akan mengkaji kalau Bulog dikembalikan ke fungsi awalnya. Tidak sebagai profit tetapi fungsi negara sebagai stabilitas harga," katanya disela-sela seminar Ibbex, di JCC, Kamis (23/9/2010).

Chairul menuturkan peran Bulog sebaga stabilitas harga terhadap seluruh kebutuhan pokok masyarakat sangat penting. Apalagi saat ini bunga perbankan di Indonesia sangat tinggi karena faktor inflasi yang masih belum terkendali salah satunya karena lonjakan harga pangan.

"Kalau dibilang bunga bank tinggi karena bank gede ambil untung ada betulnya, tapi persoalan mendasar adalah inflasi yang tinggi," jelasnya.

Ia menegaskan mengenai Bulog masih sebatas kajian bukan sebagai rekomendasi yang akan disampaikan ke presiden. Chairul pun tak peduli jika hal ini bisa terealisasi, tak perlu memperdulikan WTO.

"Nggak ada urusan, ini bicara kepentingan nasional. Bahan pokoknya nanti detailnya (Desember), tunggu saja kajiannya," katanya.

KEN juga sedang mengkaji mengenai usulan upaya pengentasan kemiskinan dengan melibatkan BUMN. Dimana BUMN besar dan swasta besar akan diajak menjadi bapak angkat untuk mengatasi kemiskinan.

Meski Chairul membantah kalau kajian ini akan mirip seperti program gerakan nasional orang tua asuh (GNOT) di era Orde Baru.

Selasa, Agustus 03, 2010

10 BUMN Masuk Antrean Privatisasi di 2011

Selasa, 03/08/2010 16:57 WIB
10 BUMN Masuk Antrean Privatisasi di 2011
Angga Aliya - detikFinance

Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan privatisasi terhadap 8-10 perusahaan negara di tahun 2011. Privatisasi dilakukan dengan cara initial public offering (IPO), strategic sales, bahkan divestasi seluruh saham dan likuidasi.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, sektor industri BUMN yang akan diprivatisasi adalah konstruksi, jasa pembiayaan, asuransi, dan semen.

"Tahun 2011 nanti ada sekitar 8-10 BUMN yang akan diprivatisasi," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Mengenai rencana privatisasi sektor perkebunan, Mustafa mengatakan, akan difokuskan kepada pembentukan holding atau induk usaha, setelah itu baru akan dilakukan privatisasi.

Selain itu, tahun ini pemerintah juga akan melepas kepemilikan saham (divestasi) pada tiga BUMN yaitu PT Primissima, PT Kertas Padalarang, dan PT Sarana Karya.

Menurut asisten II Deputi Privatisasi dan Restrukturisasi BUMN Dwijanti Tjahaningsih, rencana penjualan saham BUMN itu sudah mendapat persetujuan Menteri Keuangan dan sedang menunggu pembahasan di DPR.

"Ada tiga opsi yaitu ditawarkan kepada pemegang saham eksisting, strategic sales, atau kombinasi existing dan strategic sales," ujarnya.

Saat ini, saham pemerintah di Primissima sebesar 52,79 persen, sisanya sebanyak 47,21 persen saham GKBI Invesment. Primissima bergerak di bidang produksi dan distribusi produk tekstil

Sementara, Kertas Padalarang, pemerintah menguasai 48,44 persen saham, dan sisanya milik Kertas Kraft Aceh (KKA). Sedangkan Sarana Karya seluruh sahamnya atau 100 persen dikuasai pemerintah.

Ia mengatakan, saat ini sudah ada dua perusahaan yang berminat untuk mengambil alih Primissima dan Padalarang, sedangkan Sarana karya akan diakuisisi oleh BUMN karya lainnya.

Selain tiga perusahaan tersebut, privatisasi juga akan dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk dengan rencana rights issue dan PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia yang akan menjual saham lewat bursa.

(ang/dnl)